kembali

25 Mar 2022

Sinergi PDSI & PEI untuk Mendukung Peningkatan Kapasitas & Kapabilitas Nasional

MoU PDSI dan PEI mengatur kerja sama mulai dari kegiatan produksi dan jasa engineering alat berat dan motor listrik, kegiatan manufaktur, fabrikasi, jasa perbaikan material lain, hingga pengelolaan limbah B3 dan Non-B3.

PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI) menjalin kerja sama strategis dengan PT Pindad Enjiniring Indonesia (PEI). Kesepakatan kerja sama tersebut tertuang dalam Memorandum of Understanding (MoU) yang ditandatangani kedua belah pihak pada Jumat (11/3), di Bandung, Jawa Barat. MoU ditandatangani Direktur Utama PDSI Rio Dasmanto dan Direktur Utama PEI Budhiarto.

Disampaikan Rio, melalui MoU ini PDSI dan PEI akan saling menjajaki potensi kerja sama dan sinergi usaha antara kedua belah pihak. Kerja sama tersebut, lanjutnya, berjalan berdasarkan prinsip-prinsip yang saling menguntungkan dengan mengoptimalkan sumber daya dan kemampuan antara keduanya. “Ini merupakan fase baru yang dicita-citakan kita semua dalam satu payung BUMN. Selanjutnya, dalam kerja sama ini kedua belah pihak bisa menjaga integritas dan kualitas,” tutur Rio Dasmanto.

Hal senada disampaikan Budhiarto. Menurutnya, penandatanganan MoU ini merupakan langkah awal membangun kemitraan strategis dan sinergi usaha yang diharapkan saling menguntungkan baik bagi PDSI maupun PEI.

“Semangat membangun bersama (telah ada) sejak tahun 1995 antara Pertamina dan Pindad. Tahun 2022 ini kami bisa memberikan kontribusi nyata yang positif, yakni produk-produk kami kepada PDSI,” ucap Budhiarto.

Kerja sama yang terjalin antara PDSI dan PEI ini sendiri bertujuan untuk mengefisiensikan biaya, sekaligus menjadi bentuk dukungan atas produk buatan anak bangsa yang berkualitas. Di awal kerja sama diharapkan PEI bisa mendukung penyediaan sparepart yang dibutuhkan PDSI. Setelahnya, tidak terbatas pada kebutuhan drilling saja, kerja sama bisa terjalin untuk hal lainnya.

Rio mengatakan, melihat potensi yang dimiliki PEI, ada banyak hal yang bisa dikerjasamakan ke depannya. “Yang terpenting kedua belah pihak harus agresif dan responsif terhadap segala kemungkinan yang bisa dikaryakan bersama,” ujar Rio.

MoU antara PDSI dan PEI mengatur kerja sama dalam berbagai hal. Di antaranya melakukan kegiatan produksi dan jasa engineering untuk alat berat dan motor listrik, melakukan kegiatan manufaktur, fabrikasi, jasa perbaikan material lain, serta melakukan pengelolaan limbah B3 dan Non-B3 mulai dari pengangkutan, pengumpulan, dan pemanfaatan.

Turut hadir dalam penandatanganan tersebut Direktur PDC Teddyanus Rozarius, Direktur Strategi Bisnis PT Pindad (Persero) Syaifuddin. Selain itu, dari PDSI juga hadir Corporate Secretary PDSI Rian Dhanisaputra, VP Drilling Support PDSI Komedi, serta VP HSSE & Quality Firmansyah Arifin. Sementara dari PEI hadir General Manager Pemasaran & Penjualan Reza Fathul Bahri, GM Engineering & Mutu Andri S., Manager Pemasaran & Penjualan 1 Edi Susanto, serta Manajer Engineering Gary Varian.